Mulai sekarang, blog Perimatrik IM Telkom dapat diakses melalui alamat www.perimatrik.co.cc
Fadli ES05
oiya, karena saya udah lulus, buat angkatan BP, KL dan yang lebih baru : tolong urus blog ini ya
Mulai sekarang, blog Perimatrik IM Telkom dapat diakses melalui alamat www.perimatrik.co.cc
Fadli ES05
oiya, karena saya udah lulus, buat angkatan BP, KL dan yang lebih baru : tolong urus blog ini ya
Ditulis dalam PERIMATRIK | Tag:domain
Into the Wild: Kisah Tragis Sang Petualang Muda
Penulis: John Krakauer
Jumlah Halaman : 442
Penerbit : Qanita (Mizan Grup)
Harga : Rp 40000.00
ISBN : 979-3269-30-8
Aku ingin pergerakan dinamis, bukan kehidupan yang tenang. Aku mendambakan kegairahan, bahaya, dan kesempatan untuk mengorbankan diri baagi orang yang kucintai. Aku merasakan di dalam diriku, tumpukan energi sangat besar yang tidak menemukan penyaluran di dalam kehidupan kita yang tenang.
Leo Tolstoy (”Family Happiness”)
Apa yang ada dalam benak seorang pemuda cerdas, sarjana berpredikat cum laude, ketika dia meninggalkan kehidupannya, keluarga yang mencintainya, dan mengasingkan diri ke alam liar? Mengapa dia menanggalkan kenyamanan peradaban dan semua atribut duniawi, dengan menyumbangkan semua tabungannya, membakar sisa uang tunai yang dia miliki, serta meninggalkan mobil kesayangannya di tengah hutan begitu saja?
Chritopher McCandless menjelma menjadi Alexander si Petualang Super — menggantungkan hidup pada alam sepenuhnya, mengabaikan risiko apa pun, dan mencoba bertahan di tengah kebekuan dan kesunyian Alaska, The Last Frontier, dataran kejam yang tak kenal belas kasihan. Akankah petualangan ini membawa dia pada makna kehidupan? Ataukah ini hanya kegialaan kompleks seorang pemuda yang nyentrik yang haus sensasi?
Di dalam Into the Wild: Kisah Tragis sang Petualang Muda, Jon Krakauer mengajak kita menguak misteri pengasingan diri Alexander si Petualang Super dan menyelamai gairah manusia saat bersinggungan dengan bahaya dan maut.
”Buku wajib bagi para petualang alam dan pemilik jiwa yang resah.”
St. Petersburg Times
Jon Krakauer adalah penulis best-seller Into Thin Air: Kisah Tragis Pendakian Everest dan editor pendukung untuk majalah Outside. Karya tulisnya juga sering muncul dalam Smitshonian, National Geographic, Playboy, Rolling Stone, dan Architecture Digest. Artikelnya tentang Chris McCandless di majalah Outside membuat dia menjadi finalis National Magazine Award. Dia juga mendapat penghargaan dari American Alpine Club Literary. Bersama istrinya, saat ini, dia menetap di Seattle, Washington.
Ditulis dalam PERIMATRIK
Sodara2 perimatrik,
kemarin gw dah nyari info tentang rinjani, tapi blom dapet info lengkapnya
tapi lumayan ne buat nambah2 info.
Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726mdpl, mendomonasi sebagian besar luas pulau Lombok. Terletak disebelah timur pulau Bali, dapat ditempuh dengan bus langsung Jakarta-Mataram dengan menyeberang menggunakan ferry dua kali (selat bali dan selat lombok). Dapat juga ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang dari Bali.
Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi ke dua di Indonesia di luar pegunungan Irian Jaya. Gunung Rinjani masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, dengan luas taman sekitar 40.000 hektar. Dikelilingi oleh hutan dan semak belukar seluas 76.000 hektar.
Gunung Rinjani memiliki kawah dengan lebar sekitar 10 km, terdapat danau kawah yang disebut danau Segara Anak dengan kedalaman sekitar 230m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut “Segara Anak”.
Jalur yang biasa digunakanan para pendaki ialah jalur Sembalun Lawang yang panjang dan jalur Senaru yang lebih pendek namun lebih terjal. Desa Senaru terletak di wilayah Lombok Barat, berjarak sekitar 80 km dari kota Mataram, berada di sebelah utara lereng Rinjani. Terdapat juga air terjun yang sangat menarik, yakni air terjun Sinanggile. Di desa inilah terdapat kantor Rinjani Trek Center yang berada pada ketinggian 601 mdpl.
Curah hujan yang terjadi berkisar antara 2.000 – 4.000 mm/tahun. Pada bulan desember – januari biasanya ombak di selat lombok sangat besar sehingga sangat menyiksa bagi yang mabuk laut. Perjalanan ferry dari Bali ke Lombok bisa lebih lama bila sedang musim ombak besar lebih dari 2 jam.
Disebelah selatan dan barat Gunung Rinjani di tumbuhi hutan hujan semi selalu hijau primer. Pada ketinggian 1.000 – 2.000 meter banyak ditumbuhi Dysoxylum sp, pterospermum, dan Ficus superba. Pada ketinggian 2.000 – 3.000 meter banyak ditumbuhi cemara gunung Casuarina junghuhniana. Pada ketinggian diatas 3.000 meter yang miskin akan tumbuhan, hanya ditumbuhi rumput dan edelweiss ( Anaphali.
jalur perjalanannya ne :
Jalur Perjalanan
Bandung ( Terminal Cicaheum) -> Pelabuhan Ketapang -> Pelabuhan Gilimanuk -> Bali -> Selat Lombok -> Pelabuhan Gilinunggu -> Ampenan ->Senggigi -> Krandangan -> Mangsit -> Mangsit -> Kelu -> Malimbu -> Bangsal -> Pemenang -> Tanjung -> Godang ->Akar-akar -> Bayan -> Senaru (awal Pendakian)
buat jalur pendakiannya : (ga bisa masukin peta euy. sory)
· Jalur Senaru
|
Senaru – Pos 2 |
2 Jam |
|
|
Pos 2 – Pos 3 ( tempat kamping ) |
2 Jam |
|
|
Pos 3 – Plawangan 1 |
2 Jam |
|
|
Plawangan 1 – Perkemahan |
2 Jam |
|
|
Perkemahan – Plawangan 2 |
3 Jam |
|
|
Plawanagn 2 – Puncak |
3 Jam |
|
|
|
· Jalur Sembalun Lawang
|
Sembalun Lawang – Pos I |
5 jam |
|
|
Pos I – Pos II |
1 jam |
|
|
Pos II – Jembatan Bolong |
||
|
Jembatan Bolong – Persimpangan |
||
|
Persimpangan – Bukit penyesalan |
||
|
Bukit penyesalan – Pos III |
||
|
Pos III – Plawangan 2 |
||
|
Plawangan 2 – Puncak Rinjani |
3 jam |
|
|
Plawangan 2 – Danau Segara Anak (3 Jam)
Infonya baru dapet segini, nanti klo ada yang mau nambahin ke nditz aja ye.
duduw |
|

Ditulis dalam PERIMATRIK
Diklatsar Angkatan ke 4 Perimatrik udah beres hari Sabtu 16 Agustus 2008
Selamat datang buat anggota baru Angkatan “Kiara Langit” …
cukup sekian sekilas info
maklum cape badan nih, dalam 24 jam, 2 X Bandung-Subang offroad PP.. angkat² orang.. hehehe
by : Fadli
Ditulis dalam PERIMATRIK
Bandung, 1 Agustus 2008
Nomor : 02/PDP II/PRMTK/IV/2008
Lampiran : 1 ( Jalur PDP II)
Perihal : Undangan dan Permohonan bantuan
Kepada Yth.
Kakang/ Teteh
Anggota PERIMATRIK
Di tempat
Ditulis dalam PERIMATRIK
sodara2 perimatrik
kemaren gw dah survei ne buat ke Karimun Jawa. ini harga paling baru setelah kenaikan bbm kemaren
ada yang mau ikut? rencananya siy,
berangkat habis lebaran klo ada libur panjang, ato juga minggu2 abis diklatsar (klo ada duit. hehe)
buat yang mau, lapor aja ke Nditz yups.
berikut ini harga transportasi dan akomodasi :
Harga tiket bis Bandung Jepara, Bandung Express Rp.80.000,
Kramat Jati Rp. 90.000 dan Nusantara Rp.100.000 + makan malam
prasmanan, baik BE maupun Kramat jati akan berenti di restoran setelah
sumedang untuk makan malam, semua P.O bis tersebut mengatakan akan
tiba di Jepara sekitar jam 06.00 pagi. (itu pilihan bus, oneway ticket)
nah, ini harga tiket kapalnya, terserah bisa dipilih
mau naik yang mana harga tiket KMP Muria Rp. 24.100, harga tiket
KMC Kartini Jepara – KJ Rp. 65.000,- kalo Semarang – KJ (sebaliknya)
Rp. 99.000 kelas bisnis.
buat ongkos pulang pergi, tinggal dikali 2 aja.
buat tempat nginep, bisa pake tenda di tanjung gelam,
ato ga bisa homestay dirumah penduduk,penginapan bisa nginep di wisma apung pak Joko, 0813-251 10999…kalo ngak salah Rp 100,000 per malam,
kalo mau lebih murah lagi, nginep dirumah penduduk aja, cost nya bisa jauh lebih murah. yah, bisa disesuai ma budget lha.
Mau?
~Nditz~
i
Ditulis dalam PERIMATRIK
temen2, gw dapet ulasan bagus tentang pendaki yang tewas di Mckinley (6149m)
mudah2an infonya berguna sebagai bahan masukan kita juga. ini diambil dari tulisan Djoko H, menurut gw layak banget buat dibaca dan direnungkan.
001
Keberangkatan Pungkas Tri Baruno , 20 thn. – mahasiswa Universitas
Mercubuana- beserta timnya ( Tim Tunas ) dari Kwartir Nasional Gerakan
Pramuka mendapat restu dari pemerintah/Menko Kesra.Menpora.
Ekspedisi beranggotakan 4 orang tsb. mendaki gunung MCKinley (
ketinggian 6194 meter dpl ) di Taman Nasional Denali , Alaska.
002
Pendakian ke McKinley ini dimaksudkan sebagai “pemanasan” ( latihan )
sebelum melaksanakan misi utama menaklukkan puncak gunung Vison Massif
di Antartica nantinya.
003
2 pendaki “menyerah” dan menghentikan pendakiannya di base camp , sedang
Pungkas dan Zulfa Achyar berhasil mencapai puncak McKinley dan
menancapkan/ mengibarkan bendera merah putih disana. Setelah
Summit/Victory Ceremony itu kedua pendaki mulai perjalanannya kembali
turun. Tiba-tiba Pungkas jatuh ( jatuh disini bukan terjatuh kedalam
jurang atau terpeleset ditebing , melainkan jatuh dalam arti ambruk ,
tidak mampu berdiri lagi ). Sesaat kemudian ia berusaha , dan bisa
berdiri lagi.
Tapi lagi-lagi kembali ambruk dan langsung jatuh pingsan.
004
Zulfa dan seorang porter ( Ranger yang menyertai sebagai pemandu
jalan/route diwilayah yang sangat liar tsb ) melakukan tindakan
pertolongan. Dilakukan pernafasan buatan / pemberian oxygen , namun
Pungkas tidak mampu berjalan. Ia tewas ditempat yang belum jauh dari
puncak tsb.
005
Sampai sekarang sudah lewat 3 hari tetapi proses evakuasi jenasahnya
tetap belum bisa dilakukan karena buruknya cuaca.
006
Berbulan bulan sebelum ekspedisi dimulai , Pungkas telah fokus melakukan
latihan yang dilakukannya secara tulus dan serius. Dia telah berlatih
selama 3 bulan agar sasaran misinya bisa tembus ( berhasil mencapai
puncak dan pulang kembali dengan selamat ).
Namun semua usaha keras dan konsentrasinya , kesungguhannya selama ini
ternyata tidak tembus ( berhasil / tercapai dan tuntas ). Apakah ada
yang salah ? Sudah tulus , sudah fokus tetapi ternyata tujuan akhirnya (
kembali dengan selamat ) tidak tembus !
Memang kita bisa saja mengatakan secara cepat “ya memang sudah takdirNya
dia harus meninggal disana !” , tetapi lebih baik lagi kalau kita semua
selalu mencoba melakukan evaluasi & evaluasi setiap kali
melihat/mengalami musibah atau kegagalan semacam itu.
( di klub saya, kebiasaan melakukan evalusi setiap akhir
ekspedisi/aktivitas , untuk menemukan koreksi perbaikan apa yang bisa
dilakukan kedepan , itu juga telah memberikan kontribusi klub dengan “39
tahun tanpa korban/kecelakaan fatal, meskipun beberapa klub lain yang
lebih besar telah mengalami jatuhnya beberapa korban jiwa anggotanya” ).
007
Betulkah bahwa Tulus – Fokus , pasti Tembus !!
Sebetulnya jawabannya ada 2 , yaitu Ya ( betul ) , dan ( bisa juga )
Tidak
Kapankah harus dijawab/diyakini sebagai YA
Dan betulkah endingnya bisa Tidak ? ( = mungkinkah sebuah kegagalan bisa
terjadi ? ).
Jawab :
Kata “pasti” ( dalam pasti tembus ) itu perlu kita yakini/miliki ( hanya
) sebagai motivator , pendorong semangat kita agar tetap tinggi.
Namun jika ( ending / hasil ) yang terjadi nanti ternyata berbeda dengan
yang kita harapkan ( = yang terjadi adalah kegagalan ), maka sebaiknya
kita tidak perlu mengingkarinya. Kita harus berani menghadapi kenyataan
letika sebuah kegagalan sedang muncul terjadi. Dalam kondisi semacam itu
yang diperlukan justru adalah “keiklasan” dan kemampuan untuk melakukan
evaluasi dan perbaikan. Kalau itu ( sudah ) dimiliki, maka evaluasi itu
-lebih nesar kemungkinannya- akan memberikan hasil ( artinya dimana
letak point kesalahannya akan berhasil diketahui. Namun jika kenyataan
kegagalan itu dihindari -misalnya dengan:”Ini tidak mungkin terjadi !”
atau “Bagaimana ini mungkin terjadi ?” maka
evaluasi/introspeks i/analisis akan menjadi lebih sulit ).
007
Jadi mengapa Pungkas yang sudah demikian tinggi semangat , motivasi dan
ketulusannya , ternyata gagal dan kegagalannya justru bukan disebabkan
oleh kecelakaan ( jatuh kejurang , tertimbun avalanche/salju longsor dsb
) melainkan hanya karena “kehabisan nafas” ( akibat kelelahan dan tidak
tahan terhadap lingkungan ).
008
Peristiwa “tujuan ( pulang selamat ) yang tidak tembus” itu terjadi
akibat adanya ssuatu yang keliru. Yang keliru bukan karena Pungkas
kurang serius/fokus , karena dia sudah sangat serius dan fokus. Juga
sama sekali tidak ada tanda tanda apapun yang menunjukkan bahwa dia
kurang tulus melakukan misinya. Semua kesungguhannya menunjukkan bahwa
dia tulus menjalankan semuanya.
009
Jadi dimana letak kesalahan utamanya ?
Menurut saya , masalahnya terletak pada KURANGNYA PENGETAHUAN ( alias
pemahaman yang dimiliki/dianut tentang masalah yang dihadapi TIDAK
PAS/SALAH ). Kekeliruan “knowledge” itulah sumber utama yang akhirnya
mengantarkan/ mendatangkan keyakinan diri yang berlebihan ( over
confidence ) dan berakhir dengan musibah.
Mengapa saya meyakini adanya “kesalahan pemahaman/knowledge ” ini ?
010
Semula saya belum menangkap benar peringatan-peringat an ( statement )
dari pendaki senior Don Hasman dkk ( Dondy Rahardjo & Okta ) yang
menilai bahwa tim Pungkas , Rudi ( yg tidak jadi berangkat ) dkk adalah
“tim yang tidak masuk akal”
Tim ini -menurut para pendaki senior tsb yang menjadi penasehat tim
Tunas tetapi akhirnya mengundurkan diri sebagai penasehat karena menilai
tim tsb “belum waktunya/layak mendaki MCKinley” sementara tim tetap
berkeras berangkat dan merasa mampu.
011
Tetapi setelah saya membaca sendiri ABSTRAK dari Tim Tunas ( seperti
terlampir ) -mungkin abstrak ini pula yang menjadi proposal yang
diajukan ke pemerintah ( ? )- saya menjadi paham tentang apa yang
dimaksudkan dengan “tim tsb tidak masuk akal” oleh Don dkk.
Dari abstark itu terbaca jelas bahwa pengalaman Pungkas baru sebatas
mendaki G. Salak ( 2211 meter ) dan G. Galunggung ( 2167 m ). Mungkin
juga G.Gede ( 2958 ). Boleh saja teman-temannya para pramuka pendaki
memberikan komentar bahwa Pungkas sangat gesit/kuat saat mendaki , tapi
kalau itu benar maka kekuatan/kegesitan itu baru boleh diakui & diyakini
bagi lingkungan gunung-gunung tropis dengan ketinggian disekitar 2000
meter atau dibawah 3000 meter.
Ini salah satu titik kritis “penyebab” yang perlu diwaspadai. Kalau kita
berpijak pada Abstrak tsb. berarti Pungkas belum pernah sekalipun
mendaki ke ketinggian diatas 3000 meter. Seberapapun rajinnya ia
berlatih di Cibubur , bagaimana mungkin seorang pendaki 3000 an meter
tiba-tiba merasa kuat untuk langsung menaklukkan ketinggian diatas 6000
meter ? ( McKenley 6194 meter ).
012
Bukankah ketrampilan & kompetensi seorang pendaki harus selalu diasah
secara bertahap ( katakanlah dari lingkungan ketinggian 2000 an meter ,
naik kelas ke 3000 an , lalu 4000 an , 5000 an dst. dan bukan dari 2000
an langsung ke 6000 an. Demikian juga area tropis sangat berbeda dengan
sub tropis dan area antartika.
013
Setiap perbedaan ketinggian ( yang “hanya” ) 1000 meter memberikan
perubahan yang cukup ekstrim. Rupanya bekal utama Pungkas mendaki
MCKinley “hanyalah” motivasi dan tekad saja , tetapi pengalaman dan
pengetahuannya -adalah betul- masih sangat tidak masuk akal ( maksudnya
belum cukup ) untuk dipakai mendaki McKinley. Hanya motivasi itulah yang
masih menyebabkan kakinya sampai ke puncak. Hanya tekadnyalah yang
membuat kakinya tetap sampai menginjak puncak , tetapi begitu “sasaran
utama” itu tercapai, fisik dan “nafas”nya langsung tersadar dan
berhenti, bagaikan pelari marathon yang fisiknya tidak kenal menyerah,
tetapi tiba-tiba ambruk “menyerah” setelah menyentuh garis finish.
Padahal tujuan sebenarnya dari “latihan secara bertahap” itu bukan (
hanya ) agar mampu mencapai puncak, melainkan itu prasyarat & prosedur
SAFETY. Dan safety harus diartikan “sampai kembali kerumah dalam keadaan
selamat”
014
Dari ketinggian 2000 an langsung ke 6000 an ?
Menurut saya , itulah yang disebut “tidak masuk akal” oleh Don dkk.
Wawasan ( pengetahuan akan inti masalah ) yang keliru itulah yang
mendatangkan over confidence yang sangat berbahaya.
015
Saya setuju bahwa Pungkas sebetulnya masuk golongan pendaki berbakat.
Sebetulnya ia memang pendaki yang mumpuni dan mampu , namun seharusnya
ia menjalankannya tahap demi tahap. Melakukannya langsung dari 2000 an
meter ke 6000 an , sangatlah berbahaya.
016
Pendapat ini bukan sekedar apa yang sering direspons/dituding orang
dengan “ya tentu saja demua bisa. Semua orang hanya komentar setelah
sesuatu terjadi” , melainkan mencoba untuk mengevaluasi ( tentu saja
dari kacamata pribadi dan keterbatasan pengetahuan ).
Djoko H
Ditulis dalam PERIMATRIK
Buat mereka yang selalu kebagian ngelola makanan kelompok ada Software bagus yang bisa bantuin kita-kita untuk ngelola makanan sebelum melakukan perjalanan… sayangnya software ini engga Freeware harus beli dengan harga +/- $25….. untuk demo Version bisa search di google….thx….semoga berguna….
Pepatah Bijak dari Teman kita :
jejakmu selalu terlukis di bumi ini kawan, selama alam masih tersenyum kepada kita semua.
Ditulis dalam PERIMATRIK
Info
Terdapat 50 taman nasional yang ada di negara Indonesia yang tersebar dari Aceh (Taman Nasional Gunung Leuser) sampai Papua (Taman Nasional Wasur) yang sampai sekarang masih aktif dan dikelola oleh Departemen Kehutanan. Untukmenambah ilmu kita-kita bisa diliat di
http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_index.htm.
Ditulis dalam PERIMATRIK
BEIJING - Gunung Everest telah didatangi para pendaki selama 50 tahun. Sejak itu gunung yang menjadi favorit para pendaki itu telah disebut sebagai tempat sampah terbesar di dunia.
Sampah yang dimaksud tidak hanya bungkusan makanan tapi juga tas para pendaki, tenda kemah, tabung oksigen dan bahkan sejumlah mayat manusia. Oleh karena itu tidak heran jika China berencana untuk membersihkan gunung yang menjadi bagian dari lingkungan Himalaya itu. Langkah ini juga dilakukan untuk melindungi Himalaya dari kepunahan.
“Target kami adalah membatasi jumlah para pendaki yang ingin menjelajahi Everest sebagai bentuk pencegahan atas aksi mereka yang dinilai merusak ekosistem gunung,” ujar kepala perlindungan wilayah Tibet Zhang Yongze, seperti dikutip melalui Associated Press, Selasa (24/6/2008).
Gunung tertinggi di dunia ini, dengan tinggi sekira 29,035 kaki, terletak di perbatasan China dan Nepal. Para penduduk di kedua wilayah tersebut mendapatkan mata pencaharian dari para pendaki gunung. Namun jumlah rute dan akumulasi reruntuhan gunung yang semakin meningkat mengakibatkan pejabat wilayah menutup akses ke gunung untuk sementara.
Tahun lalu, sekira 40.000 orang telah mendaki gunung everest dengan akses melalui China Tibet, dan sekira 2000 orang atau 10 persenya mendaki Everest melalui Nepal. Para aktivis lingkungan memprediksi para pengunjung tersebut dapat meninggalkan sekira 120 ton sampah, atau sekira 6 pon sampah setiap pengunjungnya.
Selain membatasi jumlah pengunjung pada tahun 2009, pemerintah Nepal juga memperkuat regulasi bagi para pendaki. Sekarang, para pendaki dan pemandu diharuskan membawa kembali setiap sampah yang mereka hasilkan di gunung tersebut. Jika tidak maka mereka akan dikenakan denda sekira USD4000.
Ditulis dalam PERIMATRIK